Selamat Datang di Website Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Disini anda mendapat berbagai informasi pendidikan, jangan lupa tuliskan komentar positif untuk membantu kami malakukan update informasi. Terimakasih Program Layanan BK di SD/MI - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Header Ads

Header ADS

Program Layanan BK di SD/MI

 Program Layanan BK 
Buku Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan BK pada Jalur  Pendidikan  Formal  (Depdiknas,  2007) dijelaskan bahwa program BK mengandung empat komponen pelayanan, yaitu  1)  pelayanan dasar bimbingan; 2) pelayanan perencanaan individual; 3) pelayanan responsif; dan 4) dukungan sistem. Agar kita pemahaman selanjutnya maka di bawah ini akan dijelaskan makna dari empat komponen program layanan BK tersebut.

1. Layanan Dasar

Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok. Kegiatan dirancang dan dilaksanakan secara sistematis, dalam rangka mengembangkan kemampuan penyesuaian diri yang efektif sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya.

Tujuan pelayanan dasar adalah agar siswa:

  1. memiliki pemahaman diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama),
  2. mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggungjawab atau tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya,
  3. mampu memenuhi kebutuhan dirinya dan mengatasi masalahnya sendiri,
  4. mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka focus pengembangan perilaku ditujukan pada aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu konseli dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.

Materi pelayanan dasar dirumuskan mencakup pengembangan:

  1. Menghargai diri sendiri,
  2. Motivasi berprestasi,
  3. Keterampilan pengambilan keputusan,
  4. Keterampilan pemecahan masalah,
  5. Keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi,
  6. Penyadaran keragaman budaya, perilaku bertanggung jawab.

Baca juga: Strategi Pelaksanaan Bimbingan Karir di Sekolah

2. Layanan Responsif

Layanan responsif adalah pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi masalah dan memerlukan pertolongan dengan segera, agar tidak mengalami hambatan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangannya. 

Strategi layanan responsif diantaranya konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, kolaborasi, kunjungan rumah, dan alih tangan kasus (referral).

Layanan responsif bertujuan untuk membantu konseli yang sedang mengalami masalah tertentu menyangkut perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Bantuan yang diberikan bersifat segera, karena dikhawatirkan dapat menghambat perkembangan dirinya dan berlanjut ke tingkat yang lebih serius. Hasil dari layanan ini, konseli diharapkan dapat mengalami perubahan pikiran, perasaan, kehendak, atau perilaku yang terkait dengan perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.

Fokus layanan responsif adalah pemberian bantuan kepada konseli yang secara nyata mengalami masalah yang mengganggu perkembangan diri dan secara potensial menghadapi masalah tertentu namun dia tidak menyadari bahwa dirinya memiliki masalah. Masalah yang dihadapi dapat menyangkut ranah pribadi, sosial, belajar, atau karir.

  1. Merasa cemas tentang masa depan,
  2. merasa rendah diri,
  3. berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang),
  4. membolos dari Sekolah/Madrasah,
  5. malas belajar,
  6. Kurang memiliki kebiasaan belajar positif,
  7. kurang bisa bergaul, 
  8. Prestasi belajar rendah,
  9. Malas beribadah
  10. masalah dalam keluarga. 

3. Layanan Perencanaan Individu

Payanan perencanaan individual adalah bantuan kepada konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas sistematik yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman terhadap peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. 

Layanan perencanaan individu lebih dikhususkan pada pemberian kesempatan kepada peserta didik dalam mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilannya sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik dalam sekelompok mata pelajaran keilmuan, maupun kemampuan dalam bidang keahlian.

Fokus pengembangan layanan perencanaan individu diarahkan pada:

  1. pemberian informasi program peminatan;
  2. melakukan pemetaan dan penetapan peminatan peserta didik (pengumpulan data, análisis data, interpretasi hasil analisis data dan penetapan peminatan siswa;
  3. layanan lintas minat;
  4. layanan pendalaman minat;
  5. layanan pindah minat;
  6. pendampingan dilakukan melalui bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, konseling kelompok, dan konsultasi,
  7. pengembangan dan penyaluran;

4. Layanan Dukungan Sistem

Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja, infrastruktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi), dan pengembangan kemampuan profesional konselor atau guru bimbingan dan konseling secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik/konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik/konseli dan mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.

Komponen program dukungan sistem bertujuan memberikan dukungan kepada konselor dalam memperlancar penyelenggaraan komponen layanan sebelumnya dan mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling, sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan pada  satuan pendidikan. Dukungan sistem meliputi  kegiatan pengembangan jejaring, kegiatan manajemen, pengembangan keprofesian secara berkelanjutan.

Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor meliputi:

  1. konsultasi, 
  2. menyelenggarakan program kerjasama,  
  3. berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan satuan pendidikan,
  4. melakukan penelitian dan pengembangan.

Demikian informasi singkat mengenai komponen program Bimbingan dan Konseling di Sekolah, semoga bermanfaat. Selanjutnya sahabat sekaian dapat meng-unduh materi ini pada link di bawah ini.

Bahan Ajar Komponen Program Layanan BK di Sekolah

Baca materi sebelumnya

 

 



Tidak ada komentar

Terimakasih telah singgah. Silahkan tinggalkan komentar. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Diberdayakan oleh Blogger.